Menu

03 April, 2012

Pertanyaan Gampang yang Selalu Dijawab Salah

Kedelapan pertanyaan berikut terbilang umum dan mungkin sekilas terlihat tidak sulit dijawab, tapi sering jawaban yang diberikan kurang tepat. Yuk, kita simak bersama apa-apa saja pertanyaan itu:

Lampu apa yang ada di persimpangan jalan?
Jawaban salah: Lampu merah!
Jawaban benar: Lampu merah, kuning, dan hijau.

Kenapa mobil berhenti di lampu merah?
Jawaban salah: Takut ditilang, takut polisi, takut ketabrak...
Jawaban benar: Karena direm (kalau enggak direm mau lampu apa juga pasti jalan terus).

Rem itu gunanya buat apa?
Jawaban salah: Yah buat berhenti lah...
Jawaban benar: Buat ngebut! (coba kalau enggak ada rem, Valentino Rossi juga enggak berani ngebut).

Ruang apa yang paling ditakutin di Rumah Sakit?
Jawaban salah: Ruang jenazah, ruang operasi!
Jawaban benar: Ruang administrasi...hehehe... :)

Binatang apa yang jago berenang?
Jawaban salah: Ikan!!
Jawaban benar: Bebek (ikan itu menyelam, enggak "mengambang" di permukaan air...)

Jika seekor kuda menghadap barat laut, ekornya menghadap?
Jawaban salah: Tenggara, timur laut, barat daya...? Duh pusing..
Jawaban benar: Ke bawah.

Kereta KRL melaju ke arah barat daya, asapnya ke arah...?
Jawaban salah: Duh, gak hafal, arah ke belakang kali ya?
Jawaban benar: Enggak ada asapnya...!

Bahasa Inggrisnya papan tulis?
Jawaban salah: Blackboard!
Jawaban benar: Chalkboard


Tulisan ini, juga dibuat untuk menghibur :) So please don't take it too serious!

Syukuri dan Terus Kejar Impian

Masih ingat di benak kita, waktu kecil ketika ditanya, "Apa cita-citamu?" Dengan lantang kita menjawab: "Saya ingin jadi presiden!" Atau, "Saya ingin jadi dokter!" Dsb. Namun ketika beranjak dewasa, saat menjadi mahasiswa, pertanyaan serupa, bisa jadi jawabannya berubah: "Tidak usah dipikir, yang penting bisa lulus dulu!"

Banyak mahasiswa yang awalnya menghendaki masuk ke perguruan tinggi idaman atau ambil jurusan favoritnya, ketika tidak tercapai secara drastis sikap mentalnya menurun. Akibatnya mereka menjalani masa perkuliahannya dengan apa adanya.

Padahal jika kita terus optimis dan bertekad baja, impian masih bisa diraih. Kita sering mengetahui, banyak orang sukses yang dahulunya hanya berlatar belakang dari perguruan tinggi di daerah dan jurusan yang kurang favorit. Perbedaannya mereka memiliki kemauan kuat dan berusaha penuh totalitas untuk mewujudkan impiannya.

Maka sepatutnya kita mensyukuri setiap keadaan yang diberikan. Bangkit dari rasa malas dan buang keraguan. Miliki motivasi yang kuat, bahwa keberhasilan itu sesuatu yang indah dan membahagiakan. Untuk meraihnya harus tekun belajar, disiplin, dan terus mengembangkan keahlian. Bercermin dari keberhasilan orang lain, bila perlu minta saran atau nasihat untuk kemajuan diri.

Keadaan kita hari ini tidak menunjukkan keadaan di masa depan. Justru apa yang ada di pikiran dan hati kita saat inilah yang akan menentukan masa depan. Kita sering membaca profil mahasiswa yang berprestasi yang dulunya lebih kurang beruntung dibanding keadaan kita. Jadikan hal itu sebagai cambuk bahwa jika keadaan kita saat ini lebih baik dari keadaan mereka, maka masa depan kita seharusnya bisa lebih luar biasa.

Jika kita mempunyai keadaan yang sama, itu berarti masa depan kita masih terbuka untuk berprestasi. Impian dan target hidup terutama sukses di dunia perkuliahan masih bisa kita kejar dan raih. Dengan semangat itu maka impian yang sempat tertunda karena keraguan, dapat kita tunjukkan dengan usaha yang maksimal.

"di kutip dari catatan Tim AndrieWongso"

Apa yang Patut Kita Perhitungkan Dalam Hidup?

Hitunglah berkah-berkah yang kita terima, bukannya beban hidup kita;
Hitunglah keuntungan yang kita peroleh, bukannya kerugian kita;
Hitunglah kegembiraan yang kita dapatkan, bukannya kesengsaraan kita;
Hitunglah berapa banyak teman-teman kita, bukannya musuh kita;
Hitunglah senyuman di wajah kita, bukannya isak tangis kita;
Hitunglah keberanian yang kita miliki, bukannya ketakutan kita;
Hitunglah masa-masa keberhasilan kita, bukannya masa-masa buruk kita;
Hitunglah kondisi tubuh kita yang sehat, bukannya jumlah kekayaan kita;
Bersandar dan berharaplah pada Tuhan, bukan pada diri sendiri.

(Anonim)

26 March, 2012

Tips Warren Buffett untuk Anak Muda

Di bawah ini adalah tips dari Warren Buffett (salah satu orang paling kaya di dunia) untuk anak muda. Silahkan simak baik-baik:

"Jauhkan dirimu dari pinjaman/hutang, dan berinvestasilah dengan apa yang kau miliki". Ingat:


  • Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
  • Hiduplah sederhana, sebagaimana dirimu sendiri.
  • Jangan melakukan apa pun yang dikatakan orang. Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
  • Jangan memakai merek. Pakailah yang benar-benar nyaman untukmu.
  • Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.
  • Jika hal-hal di atas telah membuahkan keberhasilan dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkan pada orang lain."
Catatan:
Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan mengucap syukur. 

7 Kemalasan yang Memakan Biaya

"Anda cerdas tapi pemalas". Mungkin kita sering dinilai seperti itu oleh orang lain. Ketika masih duduk di bangku sekolah, kemalasan sering membuat kita mendapat nilai-nilai sekolah yang kurang bagus. Dan saat kita terjun ke dunia kerja, sifat malas ini mungkin malah membuat kita kehilangan peluang untuk dipromosikan. 

Mungkin bagi sebagian kita hal-hal tersebut bukanlah masalah besar. Tapi jika kita bisa menghentikan sifat kemalasan kita, sebenarnya ada beberapa titik pengeluaran yang bisa kita atasi sehingga mampu "menyelamatkan" kondisi keuangan kita.

1. Penawaran gratis yang berakhir masa berlakunya
Terkadang, ada perusahaan yang menawarkan barang-barang gratisan selama waktu-waktu tertentu. Tapi sebagian besar orang mengabaikan penawaran-penawaran gratis ini. Nah, ada baiknya kita bisa memanfaatkan keuntungan ini dengan sebaik mungkin bila kita menerima penawaran gratis seperti ini.

2. Barang-barang tua teronggok begitu saja di rumah 
Kita mungkin pernah mendengar soal transaksi jual-beli barang-barang tua di situs E-bay, tapi berapa banyak di antara kita yang pernah benar-benar mencobanya?

3. Lalai untuk membanding-bandingkan harga barang 
Sekarang kita lebih dimudahkan untuk membanding-bandingkan harga secara online. Jadi ketika kita melihat penawaran harga bagus di lembaran iklan, sebaiknya kita tidak malas untuk mencari tahu harga barang yang sama di tempat lain. Cara ini bahkan bisa menghemat pengeluaran hingga ratusan ribu rupiah.

4. Tak pernah menyempatkan diri untuk memikirkan apa yang sedang kita beli
Jika kita sama sekali tidak tahu alasan kita membeli sebuah barang dan tidak tahu pilihan-pilihan apa saja yang kita miliki sebelum kita melangkah masuk ke dalam toko, isi dompet kita bisa dipastikan akan lebih cepat menipis. Karena itu, mulai sekarang, ada baiknya kita melatih diri untuk lebih mempertimbangkan terlebih dulu apa yang ingin kita beli. Dengan cara begitu, kita akan bisa menghemat pengeluaran.

5. Tak mau bersusah-susah berkata terima kasih
 
Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya apa hubungan "berkata terima kasih" dengan menghemat uang? Jangan lupakan bahwa kenaikan jabatan dan peluang diberikan oleh orang. Jika kita bersikap sopan dan bisa mengucapkan terima kasih pada beberapa kesempatan, orang tidak akan lagi melewatkan kita dari peluang promosi berikutnya.

6. Terlalu malas untuk membuat rencana belanja 
Sudah berapa kali kita untuk memikirkan dan merencanakan pengeluaran kita dan berujung pada pembelian barang-barang secara emosional dan akhirnya memboroskan uang kita. Misalnya, jika setiap hari meminum susu, kita bisa membeli sekotak besar susu. Atau jika kita tidak terlalu sering makan telur, kita mungkin bisa membeli hanya sekotak kecil telur.

7. Tak pernah berusaha memikirkan alternatif yang lebih murah (atau bahkan gratis) 
Misal kita setiap hari makan di luar atau membeli makan dari luar, tapi tidak pernah mencoba memasak sendiri.

Satu hal lain yang sama pentingnya: pernyataan "Saya tak punya banyak waktu" sekadar alasan kita untuk menjadi malas. Sama seperti kita menyempatkan waktu untuk memasak dan menyantap makanan, setiap orang tentunya bisa menyempatkan diri untuk menemukan transaksi yang terbaik. Dan, setiap orang pastinya bisa menghemat pengeluaran yang lebih besar. Maka sempatkanlah diri kita untuk membuang tujuh kemalasan di atas.

"di kutip dari catatan Tim AndrieWongso"